Awalnya saya merasa kesal, karena desain yang saya buat dengan serius banyak mendapat revisi berulang-ulang oleh klien. Padahal waktu yang saya kerjakan untuk desain tersebut lumayan lama, dan hasil desain yang saya berikan kepada klien itu sebelumnya sudah di revisi beberapa kali oleh saya sendiri. Jadi desain yang saya berikan bukan mentahan, tapi difikirkan tata letak, tipografi yang pas, unsur keseimbangan desain dan warna yang serasi. Tapi tetap mendapat revisi, Disitu saya menjadi tidak percaya bahwa usaha yang keras akan menjamin hasil yang baik. Atau setidaknya membuat klien senang. Kenyataannya tidak ada jaminan dan kepastian di dunia ini. Yang benar-benar pasti adalah kerinduan hehe.

Kembali ke kesalnya saya dalam menghadapi revisian, setelah saya fikirkan kembali mengapa menjadi banyak revisian, saya membagi kesalahan desainer kedalam dua tipe.

  1. Egois dengan standar desain dirinya

Selama pengalaman membuat desain grafis untuk orang lain, saya baru menyadari satu hal bahwa kita tidak bisa menerapkan standar diri kita dengan klien. Tapi menyesuaikan dengan keinginan klien. Standar klien bisa lebih tinggi bisa juga sebaliknya. Cerita di atas misalkan ketika saya merasa membuat desain yang lebih bagus dari harapan klien ternyata mendapat revisian. Dan revisian tersebut menurut saya menjadi menurukan standar desain. Jadi rancu di mata saya. Tapi bagaimanapun selera klien yang harus kita ikuti, bukan selera kita sebagai desainer.

  1. Sedang punya kesukaan yang tinggi pada jenis desain tertentu

Saat ini style dalam desain grafis semakin berkembang, misalnya flat design. Untuk beberapa orang yang mengikuti perkembangan mungkin akan mempunyai pandangan yang sama dengan jenis style ini, sama-sama menyukai. Tapi ingat, tetap tidak semua orang suka dengan flat design. Beberapa orang masih suka desain dengan warna yang tegas ada efek shading dan outer glow dalam tulisan, drop shadow tiap perbatasan bentuk. Biasanya kalau kita sedang suka-suka nya dengan type salah satu desain itu juga mempengaruhi ke desain selanjutnya yang akan kita buat.

Semoga kita kita terhindar dari keegoisan kita dalam berkarya, bagaimanapun ternyata permintaan klien adalah yang utama.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s