Kesuksesan tidak pernah jauh dari ketaatan

Sejarah telah mencatat bahwa kuseksesan seseorang berada pada tingkat ketaatan yang tinggi bukan terletak pada kelalaian. Ketika Muhammad Alfatih menaklukan kontstatinopel pada usia 21 tahun kita bisa telaah amalan apa saja yang dilakukannya secara kontinyu. Kabarnya beliau semenjak aqil baligh tidak pernah meninggalkan sholat yang lima waktu dan sholat tahajud.

Bulan Ramadhan kemarin adalah bulan latihan untuk membiasakan kembali amalan-amalan wajib dan sunnah. Yang sunnah pahala sama dengan yag wajib, yang wajib dilipatgandakan pahalanya. Betapa istimewanya, pantas saja Abubakar sering menangis tatkala ingat bahwa bulan ramadhan akan ditinggalkannya.

Bulan ramadhan juga momentum untuk memperbaiki diri, kita menjadi melakukan introspeksi dalam ibadah-ibadah kita, masih kah karena Allah semata ibadah-ibadah kita? Atau justru terselip penyakit hati disana, Astagfirullahaladzim semoga dijauhkan dari penyakit hati. Di awal bulan ramadhan kita selalu mempunyai target untuk memperbaiki diri. Tidak heran semangat tersebut muncul ketika di awal-awal bulan Ramadhan, masjid menjadi ramai kembali meskipun konsisten merupakan tantangan yang luar biasa susahnya.

Dan hari ini setelah ditinggalkan bulan Ramadhan, masih kah semangat untuk memperbaiki diri itu ada? Atau dipenjarakan perasaan bahwa semangat memperbaiki diri telah selesai sampai kita menikmati ketupat di siang hari.

Kita harus mencuri kembali semangat ketika awal-awal ramadhan dan gunakan di bulan-bulan biasa seperti ini. Sejenak renungkan lagi, ambil motif kenapa dulu begitu semangatnya. Tekadkan dalam hati untuk melakukan satu saja amalan di bulan ramadhan yang akan kita kontinu kan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan target sedekah, sholat sunnah dhuha, sholat tahajud dan lain sebagainya.

Menjaga semangat untuk on the track memang susah, namun itu tantangan nya. Melihat diri sendiri yang begitu banyak ketertinggalan, rasanya memang diakibatkan karena gagal dalam menjaga konsistensi semangat. Jadi kesimpulan dari tulisan ini adalah apa yang saya tulis di judul artikel ini.

 

*Tulisan ini untuk diri saya pribadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s