Kenapa hati gak tenang?

Print

Fitrahnya tindakan manusia selalu menuju ke hal-hal yang menenangkan hati. Saya  pikir itu adalah cara Allah Swt untuk mengukur sesuatu yang kita kerjakan berada dalam nilai “kebenaran” atau tidak. Kebenaran selalu saja sejalan dengan ketenangan hati. Perihal menenangkan hati selalu ingat QS Ara’ad ayat dua lapan: Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Kata pepatah, di atas langit masih ada langit. Ini sering mengingatkan saya, agar tidak merasa kita lebih tinggi dari orang lain, terutama dalam bidang yang kita kuasai. Kebijaksanaan kita adalah merendahnya hati  dikala kesempatan untuk tinggi hati terbuka lebar. Kadang hidup ini adalah perihal menahan, menahan untuk tidak berbuat salah ditengah kesempatan untuk berbuat salah semakin lebar. Menahan untuk berlaku curang ketika kesempatan untuk berlaku curang ada. Menahan untuk pacaran padahal terbuka lebar untuk melakukannya. Simpelnya sabar dalam ujian.

Rasanya rasa syukur harus didekatkan lagi pada setiap kegiatan hari-hari kita, agar tidak ada nasi yang terbuang ketika kita makan, agar sederhana dalam hidup, agar keinginan keduniaan tertahan. Menjauhi berlebih-lebihan ketika zaman membawa kita ke arah hedonisme (hidup untuk mencari kesenangan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s