Waktu awal kuliah dulu tuh kita benar-bener blank mengenai TP atau kita yang dari UPI Bandung lebih familiar dengan sebutan Tekpend. Seperti dalam artikel sebelum-sebelumnya ternyata masih banyak mahasiswa yang masih enggak tau kemana nanti akhir dari jalan yang kita sebut Teknologi Pendidikan. Karena permasalahan ini kita jadi engga serius-serius banget dengan kuliah, juga gak idealis banget dalam mengeluarkan ide (khusus buat penulis, jangan di generalisasi ya)

Yang paling kita inget dalam TP ini adalah dapat memudahkan orang buat belajar. Udah itu rasanya udah definisi paling singkat dan paling mudah dimengerti buat generasi seperti kita yang biasa dengan hal-hal yang mudah. Jadi dalam tulisan ini ingin berbagi sedkit saja mengenai pemahaman kita mengenai teknologi pendidikan, biar gak ngenes lagi ketika ditanya orang nanti kerjanya ngapain atau dimana. Biasanya kita paling kesel kalau sudah ditanya sedemikian nusuknya. Serba salah kalau mau jawab, serasa dunia yang tidak berpihak sama kita.

Saya mau sharing salah satu profesi tidak baru sebetulnya, tapi belum begitu dikenal, karena beberapa perusahaan/lembaga saja yang tahu ada posisi ini. Namun akhir-akhir ini trend  positif melihat kesempatan ini melihat dari beberapa loker sudah membuka lowongan di Instructional Designet (ID). bahkan Linked In pun sudah me-list ID ini sebagai salah satu profesi. (meskipun trend ini sebagian besar terjadi bukan di negara kita).

instructional_design_id

gambar di atas lokasinya di US, tapi pas di serach di Indonesia. hasilnya begini sih hehe.

id_indonesia

Positive Thingking nya mungkin beberapa perusahaan yang menyediakan pekerjaan buat posisi ID tidak mencari via Linked In. Haha

Namun kalau kita sedikit mau mencari perusahaan yang ada di Indonesia, beberapa perusahaan yang sejalan dengan kita adalah start-up baru yang bergerak di bidang pendidikan seperti rungguru.com, haruka edu, netpolitan dan beberapa perusahaan elearning. Atau lebih oke lagi bikin sendiri perusahaannya.

Apa itu instructional Designer.

Menurut Wikipedia Instructional design, is the practice of creating “instructional experiences which make the acquisition of knowledge and skill more efficient, effective, and appealing. Kira-kira dalam bahasa kita begini: Instructional design merupakan praktek dalam membuat pengalaman pembelajaran lebih efisien, efektif dan menarik. Yah tidak beda jauhkan sama pengertian yang kita kenal sehari-hari: memudahkan orang buat belajar.

Menururt Min Liu dkk (2002) The term “instructional designer” is less familiar outside the field of instructional technology. Instead, one hears job titles such as industrial designer, curriculum developer, learning specialist, instructional technologist, or sometimes just project manager. Kira-kira artinya begini sih: ID lebih dikenal di sebagai indutrial deigner, curiculum developer, leraning specialist, instructional technologist atau kadang-kadang prject manager. Tapi itu masih kita sebut Instrucsional Designer.

Nah kira-kira apa ya komptensi  yang harus kita kuasai supaya kita berkompeten dalam dalam profesi ini. Menurut The International Board of Standards for Training, Performance and Instruction yang saya kutip dari teknologipendidikan.net (dokumen pdf nya bisa di downliad disini) menyebutkan beberapa kompetensi yang dikuasai oleh seorang ID.

A. Kompetensi Terkait Landasan Profesi (Profession Foundation) yang meliputi:

  1. mampu berkomunikasi secara efektif dalam bentuk visual, oral dan tertulis.
  2. mampu menerapkan penelitian dan teori terkini kedalam praktek desain pembelajaran
  3. senantiasa meng-update dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terkait dengan desain pembelajaran dan disiplin terkait.
  4. mampu menerapkan keterampilan penelitian fundamental kedalam proyek desain pembelajaran.
  5. mampu mengidentifikasi dan memecahkan implikasi etik dan legal/hukum desain dalam tempat kerja.

B. Kompetensi terkait Perencanaan dan Analisis (Planing and Analysis)

  1. mampu melakukan analisis kebutuhan.
  2. mampu merancang suatu program atau kurikulum.
  3. mampu memilih dan menggunakan beragam teknik dalam menentukan materi (konten) pembelajaran.
  4. mampu mengidentifikasi dan menggambarkan karakteristik populasi target (audiens)
  5. mampu menganalisis karakteristik lingkungan
  6. mampu menganalisis karakteristik teknologi yang ada saat ini dan teknologi kontemporer serta pemanfaatannya dalam suatu lingkungan pembelajaran.
  7. mampu melakukan refleksi/evaluasi terhadap unsur-unsur situasi sebelum memfinalkan solusi rancangan/desain dan strategi pembelajaran.

C. Kompetensi terkait Perancangan dan Pengembangan (Design and Development)

  1. mampu menentukan, memodifikasi, atau menciptakan model desain dan pengembangan yang tepat/sesuai dengan proyek yang diberikan.
  2. mampu menentukan dan menggunakan berbagai teknik untuk menentukan dan mengurutkan materi dan strategi pembelajaran.
  3. mampu menentukan atau memodifikasi bahan-bahan ajar yang telah ada.
  4. mampu mengembangkan bahan ajar.
  5. mampu merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individu dan kelompok siswa (audiens)
  6. mampu mengukur dan mengevaluasi sistem pembelajaran dan dampaknya.

D. Kompetensi terkait dengan Implementasi dan Manajemen (Implementation and Management)

  1. mampu merencanakan dan mengelola proyek desain sistem pembelajaran.
  2. mampu berkolaborasi, bermitra dan melakukan hubungan baik dengan antar partisipan
  3. mampu menerapkan keterampilan bisnis untuk mengelola proyek desain pembelajaran.
  4. mampu mendesain sistem manajemen pembelajaran
  5. mampu memberikan jaminan implementasi produk dan program  pembelajaran secara efektif.

Namun kalau bicarakan perkejaan kan sebetulnya based kebutuhan bukan seharusnya. Bagaimanapun kita kan maunya kerja yang sejalan dengan apa yang kita pelajari di kampus. Meskipun di lapangan kita sulit menemukan relevansi. Dan disitu tantangan untuk kita dalam menghadapi dunia kerja. Jadi harus merelakan diri bekerja tidak dengan posisi ID dulu.  Secara formalnya rasanya kompetensi diatas sudah menjelaskan cukup baik kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang ID.

Selain dari itu ini ada video wawancara wn.com membahas Instrucsional Designer Today. Pake Subtitle jangan lupa, kan biar mudah belajarnya.

Namun yang paling penting adalah kita memantaskan kompetensi kita agar pantes gak sih kita sebagai orang yang akan mempermudah belajar orang, ketika kita sendiri tidak antusias dengan belajar. Jadi mari stop mencari kambing hitam untuk sesuatu yang belum kita dapatkan. Terus memperluas dan memperdalam pengetahuan.

Tentunya kita bermimpi nanti ketika anak-anak ditanya mau jadi apa, they say: mau jadi Instruksional Designer. Ketika anak SMA ditanya mau kuliah jurusan apa, mereka jawab Teknologi Pendidikan. Ini ngimpi banget sih haha.

Beberapa Reference tantang ID:

The Challenge of Being an Instructional Designer for New Media Development: A View From the Practitioners (2002) http://files.eric.ed.gov/fulltext/ED477056.pdf

Prospek kerja lulusan Teknologi Pendidikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s