Cara mengurai stress

Stress merupakan musuh yang sering membuat kita tidak produktif seharian. Bisa disebabkan karena beban pekerjaan yang banyak atau saking tidak ada kerjaannya. Dalam artikel ini saya mau share ke poin yang kedua, yaitu mengurai stres ketika kita tidak ada kerjaan. Biasanya stress ini timbul di hari libur atau di akhir pekan ketika aktivitas bekerja tidak kita lakukan.

Dengan hal-hal sederhana ini menurut saya bisa membuat kita lebih bahagia dalam menjalani hari:

  1. Motoran sendirian, putar playlist favorit

Naik motor keliling sekitaran kota, jalankan dengan santai sekitar 60km/jam. Nikmati setiap pemandangan yang kita lalui, atau jika sedang macet juga harus kita nikmati dan resapi. Mulailaih berfikir bebas, tutup kaca helm, nyanyikan lagu kesukaan tanpa harus mengganggu orang. Enjoy Continue reading “Cara mengurai stress”

Advertisements

Apa itu Instruksional Designer (ID)

Apa itu Instruksional Designer (ID)

Waktu awal kuliah dulu, saya benar-bener blank mengenai TP/Tekpend. Seperti dalam artikel sebelum-sebelumnya ternyata masih banyak mahasiswa yang masih enggak tau kemana nanti akhir dari jalan yang kita sebut Teknologi Pendidikan. Karena permasalahan ini kita jadi engga serius-serius banget dengan kuliah, juga gak idealis banget dalam mengeluarkan ide (khusus buat penulis, jadi jangan di generalisasi)

Yang paling saya inget dalam TP ini adalah dapat memudahkan orang buat belajar. Rasanya sudah definisi paling singkat dan paling mudah dimengerti buat generasi seperti kita yang biasa dengan hal-hal yang mudah. Jadi dalam tulisan ini ingin berbagi sedikit saja mengenai pemahaman kita mengenai teknologi pendidikan, biar gak ngenes lagi ketika ditanya orang nanti kerjanya ngapain atau dimana.  Serba salah kalau mau jawab, serasa dunia yang tidak berpihak sama kita. Tapi ya gimana, mereka pada kenyataannya memang benar-benar tidak tahu. Continue reading “Apa itu Instruksional Designer (ID)”

Bolehkah, cita-cita berubah?

Bolehkah, cita-cita berubah?

Kita akan terus-terusan berusaha jika kita punya target. Untuk itu mempunyai tujuan sudah menjadi sebuah keharusan. Sejak kecil kita diajarkan oleh lingkungan untuk mempunyai cita-cita. Kadang ia adalah ke-abstrak-an untuk dicapai, tidak tahu darimana dan kapan harus dimulai. Angan-angan hidup dalam imajinasi.

Cita-cita dalam perjalannnya sering berubah, menyesuaikan dengan keadaan. Kita mengukur diri cita-cita mana yang mungkin buat kita capai dengan kondisi saat ini. Biasanya cita-cita terbesar kita selalu disimpan dalam hati rapat-rapat, pun kalau diceritakan biasanya hanya ke beberapa orang saja yang kita percaya.

Mestinya kita digerakan oleh cita-cita, bukan sebaliknya. Namun itu bukan perkara gampang seperti menulis artikel ini. Hal yang saya percaya adalah “tidak ada kata terlambat untuk sebuah cita-cita”. Melakukan usaha sebagai proses perwujudan cita-cita. Sampai kita berhenti menjadikan oksigen sebagai kebutuhan utama dalam hidup. Marilah kita sejenak memikirkan kembali cita-cita, jangan-jangan cita-cita kita hanya sebatas profesi. Atau hanya pelepasan nafsu belaka. Continue reading “Bolehkah, cita-cita berubah?”